Waspada, BPOM Rilis Obat Alami yang Berbahaya Bagi Kesehatan
ABBY N BEV – BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) baru saja mengungkap 10 produk obat alami yang terbukti membahayakan kesehatan.
Sepanjang tahun 2025, BPOM melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai produk yang banyak dipasarkan lewat marketplace atau akun e-commerce.
Dari hasil temuan, 10 produk obat alami itu bukan hanya tidak berizin, tapi juga mengandung bahan kimia obat berbahaya—padahal mereka diklaim “alami” atau “herbal”.
Bahan-bahan kimia seperti parasetamol, sildenafil sitrat, clobetasol, siproheptadin, sibutramin, hingga dexamethasone ditemukan di sejumlah produk tersebut.
Padahal zat-zat ini termasuk obat keras yang hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter.
Jika dikonsumsi sembarangan, risiko efek sampingnya serius seperti tekanan darah tidak stabil, serangan jantung, kerusakan hati atau ginjal, bahkan kematian.
Tidak hanya itu, ribuan akun yang menjual produk ini juga sudah ditindak tegas.
Tautan penjualan dicabut oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan sekaligus dicabut izin jual oleh Indonesia E-Commerce Association (idEA).
Berikut daftar 10 obat alami ilegal yang banyak dijual online:
1. Ramuan China Buah Merah Papua
BPOM mencatat obat alam ilegal ini mengandung paracetamol dan kafein, bahkan sudah terjual sebanyak 631.881 produk.
Penjual terbanyak berasal dari Kabupaten Cilacap.
2. Zudaifu
Selanjutnya, ada Zudaifu produk asal China ini mengandung clobetasol dan sudah terjual sebanyak 369.029, penjual terbanyak di Jakarta Barat.
3. Kapsul Jamu Pelangsing (KJP)
Kapsul Jamu Pelangsing sudah terjual 226.504 kali. Penjualan terbanyak ditemukan di Jakarta Barat.
4. JAWARA Kapsul
Selain itu, ada produk asal Indonesia bernama Jawara Kapsul mengandung sildenafil sitrat dan parasetamol, sudah terjual sebanyak 157.380 produk.
Penjual terbanyak ada di Kota Malang
5. Samyun Wan Kapsul
Penjualan terbanyak muncul di Kabupaten Tangerang. Adapun produk asal China ini mengandung siproheptadin dan sudah terjual sebanyak 151.021.
6. NR New Rempah
Sebanyak 129.989 produk sudah laku terjual. Penjualan terbanyak terjadi di Jakarta Utara.
Selain itu, produk asal Indonesia ini mengandung parasetamol dan sibutramin.
7. Kapsul Racikan Jamu Biji Angkak
BPOM mencatat 112.982 produk terjual. Penjualan terbanyak ditemukan di Kabupaten Tangerang.
8. Fung Seh Gu Tong Wan
Produk ini mencapai 109.119 produk terjual. Penjualan terbanyak terjadi di Jakarta Barat.
Selain itu, produk asal China ini mengandung deksametason, piroksikam, dan prednison.
9. Tawon Serbuk
Tawon Serbuk sudah laku terjual sebanyak 101.664, BPOM menemukan kandungan zat kimia di dalamnya seperti piroksikam, parasetamol, dan diklofenak.
10. Jamu Gemuk Herbal Incess
Produk ini mencapai 100.154 produk terjual. Penjualan terbanyak berasal dari Kota Balikpapan.
Sementara itu ada obat bahan alam dilarang lainnya yang mengandung bahan kimia obat, seperti sildenafil sitrat, parasetamol, fenilbutazon, dan lain-lain.
“Bahan obat bahan alam dicampur bahan kimia obat, memicu tekanan darah tidak stabil, serangan jantung, kerusakan hati dan ginjal, dan kematian,” jelas BPOM RI.
Kenapa Ini Berbahaya?
Produk yang mengaku “herbal” tapi dicampur bahan kimia obat (BKO) memberi ilusi cepat bekerja tanpa memberi tahu konsumen akan efek samping seriusnya. Misalnya:
- Pertama, Sildenafil sitrat — bahan aktif obat kuat yang tanpa aturan medis bisa memengaruhi tekanan darah dan kesehatan jantung.
- Kedua, Sibutramin — zat yang dulu digunakan untuk diet tapi ditarik dari pasar global karena risiko kardiovaskular.
- Ketiga, Clobetasol atau dexamethasone — steroid kuat yang jika dipakai sembarangan bisa menurunkan imunitas, merusak organ, atau gangguan hormonal.
Tips Waspada Saat Belanja Online
Untuk menghindari produk ilegal berbahaya ini, BPOM menyarankan:
- Pertama, pastikan produk yang kamu beli ada nomor izin edar BPOM resmi.
- Selanjutnya, hindari produk dengan label atau klaim yang mencurigakan seperti “instan” atau “tanpa efek samping”.
- Lalu, beli hanya dari seller tepercaya atau platform resmi yang sudah terverifikasi.
Kalau ragu, kamu bisa cek nomor izin edar di situs resmi cekbpom.pom.go.id atau pakai aplikasi BPOM Mobile.
Ini cara paling aman sebelum memutuskan membeli obat atau suplemen secara online.***